Fantastic Beast and Where to Find Them Review

A man with a suitcase on a foggy city street. Behind him are two women and a man.

Fantastic Beast and Where to Find Them
Film rilis : 10 November 2016
Starring :
  • Eddie Redmayne sebagai Newt Scamander: seorang penyihir Inggris yang introvert, magizoologist dan seorang karyawan di Kementerian Sihir. Scamander adalah penulis masa depan dari Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry, buku standar, Fantastic Beast, dan Where to Find Them.
  • Katherine Waterston sebagai Tina Goldstein: seorang penyihir yang membumi dan membumi dan mantan Auror yang dipekerjakan oleh MACUSA. Dia rindu untuk memperjuangkan apa yang benar, tetapi diturunkan ke posisi jauh di bawah tingkat keahliannya.
  • Dan Fogler sebagai Jacob Kowalski: pekerja pengalengan No-Mayor dan calon pembuat roti yang secara tidak sengaja terkena komunitas sihir New York City setelah bertemu Newt
  • .Alison Sudol sebagai Queenie Goldstein: adik Tina dan teman sekamarnya, dia digambarkan sebagai bom berjiwa bebas dan besar hati, dan Legilimens yang lahir dan terampil secara alami.
  • Ezra Miller sebagai Credence Barebone: anak angkat Mary Lou yang bermasalah yang adalah seorang Obscurial.
  • Samantha Morton sebagai Mary Lou Barebone: seorang No-Maj yang berpikiran sempit dan pemimpin jahat dari New Salem Philanthropic Society atau "The Second-Salemers", sebuah kelompok yang tujuannya termasuk mengekspos dan membunuh penyihir dan penyihir.
  • Jon Voight sebagai Henry Shaw Sr .: seorang pemilik surat kabar dan ayah dari senator AS Henry Shaw Jr. dan Langdon Shaw.
  • Carmen Ejogo sebagai Seraphina Picquery: Presiden MACUSA, Kongres Sihir Amerika Serikat. Dengan demikian, dia adalah setara dengan Menteri Sihir Amerika di Inggris.
  • Colin Farrell sebagai Percival Graves: seorang Auror tingkat tinggi dan Direktur Keamanan Magis untuk MACUSA. Dia dituntut dengan perlindungan penyihir.
  • Ron Perlman sebagai suara Gnarlack: goblin gangster yang memiliki klub malam speakasy gaib yang disebut "The Blind Pig".
  • Ronan Raftery sebagai Langdon Shaw: putra bungsu dari putra Henry Shaw Sr., yang mulai percaya pada sihir.
  • Josh Cowdery sebagai Henry Shaw Jr .: putra tertua Henry Shaw Sr., seorang senator AS yang arogan dan kejam yang mengadakan rapat umum oleh New Salem Philanthropic Society.
  • Faith Wood-Blagrove sebagai Modesty Barebone: seorang gadis muda angker dan anak bungsu termuda Mary Lou. Wood-Blagrove terpilih untuk peran berikut ribuan audisi dalam panggilan casting terbuka.
  • Jenn Murray sebagai Chastity Barebone: anak tertua yang diadopsi Mary Lou.
  • Kevin Guthrie sebagai Tn. Abernathy: Pengawas MACUSA Tina dan Queenie
  • Johnny Depp sebagai Gellert Grindelwald: seorang penyihir gelap yang sangat terkenal yang berusaha untuk memimpin Orde Sihir baru, percaya pada keunggulan sihir.
  • ZoĆ« Kravitz sebagai Leta Lestrange: mantan cinta Newt yang mengkhianati kepercayaannya
Review :
Ini adalah film kesembilan dari Harry Potter Universe (wow, imagine that!), dan actuallyini adalah kali pertama kita nonton sesuatu dari dunia penuh sihir tersebut tanpa perlu mengkhawatirkan apakah cerita filmnya sama atau enggak dengan yang di buku.
Fantastic Beasts and Where to Find Them tadinya cuma buku saku tambahan dari novel Harry Potter. Gimmicknya adalah buku tersebut merupakan salah satu buku pelajaran kepunyaan Harry Potter di Hogwarts. Isinya ya seputar pedoman Pemeliharaan Satwa Gaib untuk anak tahun pertama, ditulis oleh Newt Scamander. Semacam mini ensiklopedi gitu deh. Ada daftar satwa-satwa gaib lengkap dengan deskripsi dan klasifikasi mereka menurut Kementrian Sihir. Aku dulu sampe ngetik ulang isi bukunya, karena waktu itu aku cuma minjem dan aku langsung terjual ke dunia khayal begitu membaca Acromantula berasal dari rimba Kalimantan. Yea, I was that nerd.
Oke, I still am. Malah lebih excited lagi begitu tahu kalo J.K. Rowling sendiri yang akan menulis screenplay film yang direncanakan bakal jadi lima seri ini. Rowling sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu penulis dengan imajinasi paling luar biasa yang masih aktif menulis sekarang ini. Buku suplemen fiksi tanpa kisah berhasil disihirnya menjadi sebuah CERITA PETUALANGAN YANG MAGICAL, penuh sense of wonderfulness, berwarna oleh makhluk-makhluk keren dan tokoh-tokoh yang menyenangkan. Aku suka sekali sama design satwa-satwa sihir tersebut, semuanya terlihat begitu imajinatif dan keren dan sukses bikin sifat kanak-kanak di dalam diriku nongol lagi keluar. Aku mau berteman sama makhluk-makhluk ituuu! Aku mau punya Niffler, aku mau punya Demiguise, aku mau punya Thunderbird. Heck, punya Bowtruckle aja pasti kerennya luar biasa.Dunia yang kita pantengin selama kurang lebih dua jam penuh oleh hal-hal yang bikin kita takjub. Sama seperti dalam buku-buku Harry Potter; membangun universe yang koheren dan kita-tahu-itu-dunia-reka-namun-terasa-tetep-nyata adalah keahlian dari J.K. Rowling. I really enjoyed this movie, I love it.
Sebelumnya, kita hanya denger selentingan soal Newt Scamander yang jadi tokoh utama film ini. Kita tahu dia dikeluarkan Hogwarts dari asrama Hufflepuff dan kemudian mendedikasikan hidupnya sebagai Magizoologist. Film ini mengambil latar tujuh-puluh-tahun sebelum Harry Potter membaca buku yang ditulis oleh Newt. Di kota New York kala itu, Newt Scamander transit sebentar dari perjalanannya keliling dunia demi ngumpulin makhluk-makhluk buas nan langka dunia sihir. Hewan-hewan tersebut dianggap berbahaya oleh penyihir, yang biasanya bakal segera membasmi mereka di tempat. Namun Newt yang eksentrik malah ingin mencari mereka semua, merawat dan mempelajari. Karena Newt merasa satwa-satwa tersebut tidak bermaksud to do any harm; Penyihir dan those creatures bisa hidup berdampingan. Basically, Newt Scamander ini kayak Hagrid versi yang jauh lebih berkompeten. Dalam artian, Newt mengerti potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh makhluk-makhluk itu sehingga dia mencoba pelajari cara terbaik untuk membangun relationship dengan masing-masing mereka. Jadi, begitu koper tempat dia menangkar mereka terbuka dan beberapa dari satwa tersebut terlepas ke kota, Newt pun dengan sigap go around the city to find them all sembari mencoba dengan segenap kemampuannya untuk menjaga tidak seorangpun, baik dari komunitas penyihir ataupun komunitas no-maj (sebutan orang Amerika untuk muggle), mengetahui apa yang sedang terjadi.
Eddie Redmayne memainkan tokoh Newt Scamander dengan gemilang. Kita rasakan sisi rapuh seorang introvertnya yang bikin kita peduli dan root for him to be sukses. Secara karakter, dia sangat gampang untuk disukai, penokohannya sangat easy untuk diakses oleh masing-masing penonton. Pembawaan Redmayne yang jarang kontak mata kalo lagi ngomong membikin tokoh Newt Scamander ini tampak begitu piawai menyembunyikan pahitmasalalunya tanpa sekalipun terasa klise.
Juga dibahas relationship antara Newt dengan Porpentina yang kita tahu bakal jadi istrinya. Tokoh Porpentina yang diperankan manis oleh Katherine Waterston adalah mantan auror yang berusaha mengembalikan jabatannya. Tina akan berkeliling ke setiap sudut kota, menginvestigasi, mencari hal-hal aneh yang terjadi yang berhubungan dengan dunia sihir. Tina punya saudari bernama Queenie yang merupakan seorang legilimens handal. Menurutku, Queenie adalah karakter yang menarik; dia bisa membaca pikiran terdalam orang-orang, apakah hal tersebut yang membuatnya selalu tampak gembira, that ia melihat sisi terbaik dari semua orang?
Fantastic Beasts bukanlah downright sekuel atau prekuel, melainkan extended versiondari Harry Potter Universe. Sebagaimana film-film remake, reboot, spin-off, atau apapunlah namanya, film ini tentu saja juga punya elemen yang mengikat dirinya dengan  installment sebelumnya. Akan tetapi tidak seperti film-film spin-off lainnya, Fantastic Beasts tidak melakukannya dengan berlebihan. Kita tidak dituntut untuk melek dan bersorak girang setiap kali mendengar nama yang tak-asing disebut. Kita tidak didorong untuk mencari referensi-referensi. Untuk bisa menikmati film ini, kita tidak harus menjadi Potterhead hardcore. Karena sesungguhnya YANG PALING KEREN DARI FILM INI ADALAH CARANYA TERBANGUN, CARANYA TERBENTUK SEBAGAI SEBUAH CERITA YANG UTUH.
David Yates adalah orang yang menangani empat film terakhir Harry Potter dan dalam film Fantastic Beasts kelihatan sekali bahwa dia sudah sangat paham dengan dunia ciptaan J.K. Rowling ini. Apa yang Yates bawa ke semesta ini adalah arahan dan senseyang hebat menuju sekuens aksi yang seru. Dan tentu saja dengan spesial efek yang mencengangkan. Yates juga paham betul caranya membangun karakter dengan perlahan sehingga sukses membuat penonton menghargai universe ini tanpa harus bergantung kepada pengetahuan kita tentang dunia sihir. Di tangan J.K. Rowling, David Yates, dan seluruh tim kreatif, film ini menjelma menjadi sebuah TONTONAN YANG BERDIRI SENDIRI.
Mereka berhasil membangun dunia baru-tapi-lama. You know, kita enggak perlu nonton kedelapan film Harry Potter, ataupun membaca ketujuh novel dan buku pelengkapnya untuk bisa mengapresiasi dan mengerti kisah film ini. This is an independent story yang bisa dinikmati bahkan oleh orang yang enggak tahu apa-apa soal Harry Potter. Ini juga adalah tipe film yang dimaksudkan sebagai pondasi yang setting up untuk sekuel yang membuat kita excited untuk seri berikutnya tanpa terasa kaku sebagai film set upsemata. Fantastic Beasts punya awal-tengah-dan penyelesaian yang membungkus ceritanya.
Memang ada banyak momen-momen yang eskposisi abis. Film ini butuh untuk menjelaskan ‘peraturan’ dunianya dengan cukup sering. Heavy eksposisi tersebut sebagian besar akan dideliver lewat tokoh Jacob Kowalski yang diperankan dengan sarat hiburan oleh Dan Fogler. Peran karakter nomaj yang ingin buka toko bakerysendiri ini lebih dari sekadar wakil para penonton. Maksudku, Jacob adalah karakter yang bakal terus-terusan terpana dan bertanya tentang apa yang terjadi, lantas seseorang akan menjelaskan dunia sihir tersebut kepadanya. Yang sebenarnya adalah menjelaskan kepada kita, para penonton. Kadang penjelasan yang kita dan Jacob dapatkan memang terdengar ‘ngajarin’ kayak di sekolah. Namun dari perspektif penokohan, Jacob is such a very good character. Tidak pernah ia terasa menyebalkan. Tidak pernah ia kayak sidekick yang enggak ngelakuin apa-apa. Perannya actuallymenyumbang banyak untuk cerita. Dan sumbangan tersebut juga tidak terbatas sebagai comedic relief. Menjelang akhir, Jacob Kowalski akan bertanggung jawab sudah membuat seisi studio berkaca-kaca.
Kalo dilihat-liat, elemen outer cerita film ini sedikit mirip sama Goosebumps (2015). Sama-sama tentang petualangan mengembalikan monster yang terlepas. Dan sama-sama super menyenangkan bagi fans berat bukunya. Film ini juga punya banyak adegan-adegan menghibur namun enggak semuanya terasa bener-bener klop dengan cerita. Bertuturnya agak kurang rapet. Begitu juga dengan editingnya. Paling kerasa adalah pas di awal-awal; quick shot yang terlalu cepet membuat adegan pertemuan Newt dengan Tina rada messy.
Screenplay original dari J.K. Rowling yang nunjukin betul betapa imaginatifnya penulis ini. Penonton akan menyukai petualangan yang disuguhkan bahkan meskipun jika mereka bukan penggemar seri Harry Potter. Ataupun belum pernah membaca buku-bukunya. Kekuatan terbesar film ini adalah ia mampu berdiri sendiri sebagai satu film yang utuh. Ia tidak terlalu terasa sebagai film set up. Ia tidak mengandalkan nama besar dan referensi installment terdahulu. Karakter-karakter yang accessible dan kocak, makhluk-makhluk CGI yang keren dan memuaskan khayalan, mantra-mantra yang bikin fans melepas rindu. Ini adalah pengalaman menonton yang menyenangkan bagi setiap yang menontonnya. Bikin excited dan gak sabar nunggu film berikutnya berkat karakter-karakter yang ditulis. Kalian mencari fantastis? Well, here you will find them.





















Comments

  1. Saran Mas, font color dan background boleh lebih kontras ya. Karena isi blog nya ada yang tidak kelihatan. Keep up the good work!

    ReplyDelete
  2. kenapa ya gw kok gak suka ya may msh tetep suka harry potter

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyasih mungkin krn masih agak bingung soal filmnya tpi kalo suka harry potter harusnya sih suka

      Delete
    2. iya, saya juga memiliki opini yang sama dengan mas rian dana..

      Delete
  3. Wah aku ga suka film fantasi , sering gagal paham , ada rekomendasi ga ya supaya bisa menikmati film fantasy ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. baca novelnya harry potter mba mon biar tau ceritanyaa?menarikk kok pasti dan bakal tertarik

      Delete
  4. Wah jadi penasaran filmnya pengen nonton filmnya

    ReplyDelete
  5. Wah baru mau nonton besok ☺️ Thanks review nya Mayo..

    ReplyDelete
  6. waaaah makasih maay ... jadi beneran pengen nonton ini besok weekend..

    ReplyDelete
  7. Wah kebetulan ini juga salah satu film favorit gue karena gue juga ngikutin Harry Potter series. Thanks reviewnya May

    ReplyDelete
  8. Wah jadi pengen nonton.. di indoxx1 udah ada belum ya? Heuheuheu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Travel Guide to Belitung

Review film Se7en